BO (24/04) – Sepanjang 7000 Km jalan provinsi yang tesebar di Kabupaten Banyuwangi mengalami kerusakan yang sangat parah atau habis masa pelayanannya. Kondisi jalan tersebut spontan mendapat sorotan dari masyarakat utamanya para sopir truk yang biasa menggunakan jalur tersebut untuk mengirim barang muatannya.
Yudo prayitno 40 th warga kelurahan singotrunan sangat miris melihat kondisi jalan tersebut karena dengan kondisi jalan yang rusak parak banyak masyarakat yang menjadi korban dengan banyak terjadinya kecelakaan.
Timbul salah satu sopir truk materialan sangat mengeluhkan kondisi tersebut mengingat dirinya sering mengirim materialan sampai ke Situbondo menurutnya untuk mencapai tujuan dirinya harus memperlambat kecepatan truknya agar barang muatannya tidak jatuh berceceran sehingga dirinya harus merelakan tambahan rejeki karena yang biasanya bisa baolak – balik 3 kali sekarang hanya 2 kali dan otomatis mengurangi penghasilanya. Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Banyuwangi (dulu Bina Marga) Ir. Mochammad Ali membenarkan bahwa 7000 Km jalan Provinsi sudah habis masa pelayanannya atau bisa dikatakan rusak dan waktunya di aspal ulang. Rusaknya jalan tersebut karena banyaknya kendaraan berat yang lewat melebihi beban atau overload dan beberapa bulan terakhir kondisi cuaca Banyuwangi yang sering hujan hal tersebut yang menyebabkan kerusakan jalan ditambah lagi jalan yang rusak tersebut usianya sudah lebih dari 20 tahun. Dan standart kelayakan jalan itu hanya sekitar 15 – 20 tahun bila melebihi jalan harus diperbaharui.
Berdasarkan data yang ada disana jalan provinsi di Banyuwangi sepanjang 114.350 Km dengan rincian 41.950 Km dengan kondisi baik 65.375 Km sedang dan sisanya sepanjang 7025 Km kondisinya rusak berat.
Moch Ali menambahkan dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera memperbarui kurang lebih 50 Km jalan yang rusak yang ada di wilayah TegalDlimo, Grajagan dan Pesanggaran dan sisanya akan segera diperbaiki. Untuk memperpaiki jalan sepanjang itu, Moch Ali mengaku sangat kesulitan pasalnya dana yang disediakan pemerintah cuma sekitar 2,8 Milyard sedangkan untuk memperbaiki semuajalan yang rusak dana tersebut masih kurang banyak.(SSP)