Catatan Kang Irwan

Catatan Peristiwa, Informasi, dan Perihal Daerah Pemilihan 3 Jatim (Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo)

7000 KM JALAN DIBANYUWANGI RUSAK BERAT Agustus 25, 2008

Diarsipkan di bawah: Berita — kangirwan @ 8:47 pm

BO (24/04) – Sepanjang 7000 Km jalan  provinsi yang tesebar di Kabupaten Banyuwangi mengalami kerusakan yang sangat parah atau habis masa pelayanannya. Kondisi jalan tersebut spontan mendapat sorotan dari masyarakat utamanya para sopir truk yang biasa menggunakan jalur tersebut untuk mengirim barang muatannya.

Yudo prayitno 40 th warga kelurahan singotrunan sangat miris melihat kondisi jalan tersebut karena dengan kondisi jalan yang rusak parak banyak masyarakat yang menjadi korban dengan banyak terjadinya kecelakaan.

Timbul salah satu sopir truk materialan sangat mengeluhkan kondisi tersebut mengingat dirinya sering mengirim materialan sampai ke Situbondo menurutnya untuk mencapai tujuan dirinya harus memperlambat kecepatan truknya agar barang muatannya tidak jatuh berceceran sehingga dirinya harus merelakan tambahan rejeki karena yang biasanya bisa baolak – balik 3 kali sekarang hanya 2 kali dan otomatis mengurangi penghasilanya. (lagi…)

 

Pengusulan Tiga Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan Kabupaten Banyuwangi Agustus 25, 2008

Diarsipkan di bawah: Berita — kangirwan @ 8:44 pm

Tiga Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan dari Belambangan yang bertempur di Banyuwangi antara tahun 1767 – 1772 yakni Wong Agung Wilis, Rempeg Jogopati dan Sayu Wiwit yang di ajukan oleh DHC ’45 dan segenap komponen masyarakat Banyuwangi bertekat bulat tanggal 10 November 2008 tiga tokoh pahlawan pada Hari Pahlawan tahun ini ditetapkan sebagai Pahlawan daerah sejajar dengan kapten Patimura dari Ambon, Hasanudin dari Makasar,Tjut Nya’ Dien dari Aceh dan lain-lain yang telah diakui terlebih dulu sebagai pahlawan Nasional.Hal ini didukung oleh Ratna Ani lestari, S.E, M.M Bupati Banyuwangi atas nama ahli waris diantara 3 pahlawan terpilih yang terpilih oleh Badan Pembina Pahlawan Pusat untuk menerima gelar dari Presiden Susilo Bambang Yodoyono di Istana Negara Jakarta.

Hal tersebut merupakan komitmen Bupati Banyuwangi serta DHC ’45 saat menerima panitia Pengusulan Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan Kabupaten Banyuwangi di rumah pribadi Ratna Ani Lestari, S.E, M.M selasa tanggal 29 April 2008 tadi malam.

Editor buku Pahlawan yang hadir pada pertemuantanggal 30 April 2008 malam itu, Drs. Hasan Basri mengaku bangga dan lega usai pertemuan tersebut pasalnya para sejarawan dan budayawan lokal yang didukung oleh Masyarakat Sejarawan Indonesia Regional dan Nasional seperti Drs. Edi Burhan,SU (Universitas Jember),Profesor Aminudin Kasdi (Universitas Negeri Surabaya), Profesor Drs. Nina Lubis (Universitas Padjajaran Bandung) dan Drs Taufik Abdullah (LIPI) yang selama 5 tahun terakhir ini selalu mendampingi panitia Pengusulan tiga Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan Kabupaten Banyuwangi. (lagi…)

 

Kemiskinan di Banyuwangi;Derita di Atas Melimpahnya Hasil Bumi Agustus 25, 2008

Diarsipkan di bawah: Peristiwa — kangirwan @ 8:43 pm

Secara umum Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi alam yang cukup besar. Mulai dari lahan pertanian, perkebunan dan kawasan pantai yang membentang luas. Banyuwangi adalah satu-satunya kabupaten di Jawa Timur (Jatim) yang memiliki tiga Kesatuan Pemangku Hutan (KPH). Artinya, daerah ini memiliki banyak lahan produktif yang bisa digarap untuk kesejahteraan penduduknya. Seperti apakah potret kemiskinan di Banyuwangi?

========================================================

Di tengah tingginya potensi pertanian itu, jumlah penduduk miskin justru terus bertambah. Pertambahan ini melaju pesat ketika harga kebutuhan pokok melambung. Puncaknya, naiknya harga BBM yang mencapai dua kali lipat. Masyarakat dengan penghasilan minim kian terpuruk dengan meningkatnya harga  kebutuhan pokok. Akibatnya, angka penduduk miskin kian membengkak.

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Banyuwangi mencapai 154.000 KK atau sekitar 460.000 jiwa. Total keseluruhan penduduknya berjumlah 1,6 juta jiwa. Jika dihitung secara kasar, angka kemiskinannya masih relatif tinggi atau sekitar 28,75%. Jumlah ini begitu ironis jika dibandingkan dengan potensi yang dimiliki Banyuwangi.

Secara umum, kemiskinan di Banyuwangi dipicu oleh kondisi perekonomian nasional. Namun, lemahnya sumber daya manusia (SDM) kian memperparah angka kemiskinan itu. Penduduk miskin hampir menyebar di seluruh kecamatan dari 24 kecamatan yang ada. Akibat lemahnya SDM, angka pengangguran ikut melambung. Jumlahnya mencapai 34.000 jiwa. “Ini adalah angka pencari kerja yang sering dikatakan sebagai pengangguran,” kata pengamat ekonomi Banyuwangi Thoyib Kamino. (lagi…)

 

Di Dapil III Jatim, PKS Optimistis Raih 10% Suara Agustus 25, 2008

Diarsipkan di bawah: Berita — kangirwan @ 8:09 pm

Surabaya-DPW PKS Jawa Timur wilayah dakwah 3 menggelar launching caleg PKS dari dapil 3 (Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso) pada Rabu (13/8/2008s di Aula Pondok Wina Banyuwangi.

Selain 12 Caleg DPR RI, 12 caleg DPRD Jatim, 100 caleg DPRD Kabupaten/Kota di kawasan dapilk III, hadir pula para tokoh masyarakat. Pers rilis yang diterima beritajatim.com dari PKS Jatim, Rabu petang menyebutkan, Usman Effendi, staf DPP PKS Wilda Jatim Bali mengatakan bahwa PKS harus menang dalam pemilu 2009 karena kemenangan adalah amanah robbaniyah. “Caleg PKS tidak ada yang mendaftar, tapi penugasan,” ujar Usman yang juga dicalegkan untuk DPR RI dari dapil 3 Jatim.

Sedang Gus Rouf, salah seorang tokoh masyarakat mengatakan bahwa program yang terkait pengembangan dakwah Islam yang paling baik adalah PKS. “Jangan sampai semakin hari semakin pudar,” ujarnya ketika dimintai pendapat tentang kiprah PKS selama ini. (lagi…)

 

Mendesak Keterwakilan Perempuan di Parlemen Agustus 25, 2008

Diarsipkan di bawah: Opini — kangirwan @ 11:30 am

Fakta menunjukkan, meskinpun penduduk dunia ini sebagain besar bergender perempuan, namun secara politik, keterwakilan perempuan masih sangat rendah. Keterwakilan politik perempuan hanya sekitar 14,3 persen dari keseluruhan anggota parlemen. Hanya negara Negara-negara Skandinavia seperti Swedia, Norwegia, dan Denmark yang  memiliki tingkat keterwakilan politik perempuan paling tinggi, yakni mencapai 40 persen, sedangkan jumlah terendah diduduki oleh negara-negara Arab, sekitar 4,6 persen (International Idea, 2002).

Indonesia, menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2000, jumlah penduduk bergender perempuan mencapai 51 persen. Pada pemilu legislatif 2004, berdasarkan perhitungan yang dilakukan, hanya ada 11,5 persen perempuan yang terpilih. Jika sistem yang digunakan dalam pemilihan anggota legislatif adalah sistem proporsional terbuka terbatas dengan Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) dan zipper (selang-seling antara laki-laki dan perempuan dalam daftar penyusunan), jumlah perempuan yang terpilih hanya 13,6 persen.

Sedangkan untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim), pada Pemilu 2004 hanya menghasilkan 16 anggota dewan perempuan dari 100 terpilih. Jumlah ini lebih tinggi dibanding Pemilu 1999 yang menghasilkan 11 orang anggota perempuan. Meskinpun ada peningkatan keterwakilan politik perempuan, namun jumlah tersebut tentu masih jauh dari kuota 30% yang diamanatkan oleh Undang-Undang. Pemilu. (lagi…)