Jawapos – Dalam peta politik, wilayah tapal kuda dikenal sebagai daerah yang temperaturnya sering naik. Mungkin, itulah alasan para petinggi parpol sangat berhati-hati menempatkan kader yang akan bertarung di wilayah yang memperebutkan tujuh lursi itu.
Hampir semua partai yang meraih kursi pada Pemilu 2004 di daerah pemilihan (dapil) yang meliputi Kabupaten Situbondo, Banyuwangi, dan Bondowoso itu bersikap konservatif menghadapi Pemilu 2009. Dalam arti, mereka lebih memilih mempertahankan calon lama. Karena itu, yang muncul adalah pertarungan para politisi yang kini berada di Senayan (wajah lama, terpilih pada pemilu lalu).
Partai Golkar, misalnya, kembali menempatkan Wakil Ketua Komisi V DPR Hardisoesilo di nomor urut 1. ”Kinerja beliau di DPR selama ini terbukti baik. Karena itu, sudah sepantasnya kami calonkan lagi,” ujar Ketua Harian II Badan Pengendali Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Golkar Firman Subagyo.
Menurut dia, sejak awal, partainya telah berkomitmen memberikan kesempatan luas kepada kader yang berprestasi. Karena itu, Hardisoesilo yang dahulu juga terpilih melalui dapil Jatim III akan dicalonkan lagi di dapil yang sama. ”Sebaliknya, kami siap memberikan sanksi moral dan organisasi kepada mereka yang gagal,” tegasnya. (lagi…)
